Review Film Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of Shadows

5juni16

Tahun 2014 lalu, franchise Teenage Mutant Ninja Turtles di-reboot. Para kura-kura ninja diganti dari mengunakan kostum menjadi karakter CGI dengan penampilan yang terlihat sangar. Walau Shreddernya jadi nampak seperti Transformers karena kostumnya terlihat seperti Megatron, namun menyajikan kisah origin yang cukup menghibur. Dari pertama kali team kura-kura ninja diperkenalkan hingga pertarungan terakhir melawan Shredder.

Untuk sekuelnya, berlatar satu tahun setelah kejadian di film pertama. Donatello (Jeremy Howard), Leonardo (Pete Ploszek), Raphael (Alan Ritchson) dan Michelangelo (Noel Fisher) masih bersembunyi di kegelapan. Shredder yang kali ini diperlihatkan mukanya (Brian Tee) berhasil kabur dari mobil tahanan dengan bantuan Dr. Baxter Stockman (Tyler Perry).

Ada yang membingungkan dengan Out of the Shadows jika dibandingkan dengan film sebelumnya. Ada beberapa adegan yang terasa janggal dan tidak ada penjelasan lebih lanjut. Terutama ketika Shredder menemui Krang. Mengapa pada pertemuan pertamanya tersebut Shredder merasa biasa saja bertemu dengan alien berbentuk otak yang bisa berbicara yang tinggal di dalam perut sebuah robot berbentuk manusia. Jika mereka pernah bertemu, mengapa tidak ada penjelasannya?

Alur film Out of the Shadows juga terkesan buru-buru. Mungkin karena ada beberapa karakter baru seperti Krang, Beebop, Rocksteady, dan Casey Jones yang ingin ditampilkan. Akhirnya ada scene-scene yang terkesan terlalu dipaksakan. Jangan salah, adegan-adegan aksi yang ada di film jauh lebih seru dan jauh lebih banyak porsinya jika dibandingkan dengan film sebelumnya, Namun entah kenapa,seperti terasa hampa. Aksinya seru, tapi tidak membuat adrenalin menggebu. Untuk jokes nya juga tidak terlalu pecah. Beda dengan film pertamanya yang terkesan heboh.

Kehadiran karakter Krang sendiri yang menjadi tokoh antagonis utama seharusnya bisa lebih spesial. Tapi kehadirannya terasa aneh dan garing. Apalagi ketika penonton sedang mencoba mencerna kehadiran Beebop dan Rocksteady yang telah bertransformasi menjadi mahluk mutan, tiba-tiba muncul mahluk asing yang ingin menginvasi planet Bumi di kota New York.

Penampakan Shredder yang sebenarnya mengenakan kostum yang lebih mirip di komik atau serial animasi bersama tangan kanannya, Karai sungguh sangat mengecewakan. Terutama Shreddernya, yang di awal-awal film terlihat ganas namun ternyata melempem di akhir.

Malahan Beebop dan Rocksteady yang terlihat lebih mencuri perhatian dibandingkan karakter-karakter penjahat yang ada di film ini. Bukan hanya tampilan visual mereka yang keren dan akurat dengan versi animasi 80-an tapi juga kepribadian mereka membuat karakter mutan berbentuk badak dan babi hutan ini menjadi lebih hidup.

Tokoh Casey Jones (Stephen Amell) yang tadinya diharapkan memberi bantuan pada film ini sepertinya juga kehadirannya hanya sebagai tempelan saja, Kisah cintanya dengan April O’Neil (Megan Fox) chemistry nya kurang. Malahan disini Megan Fox sebagai April O’Neil terkesan lebih menghidupkan karakter nya dibanding film pertamanya yang terkesan sebagai pemanis saja.

Ada beberapa easter egg Teenage Mutant Ninja Turtles versi klasik baik itu serial animasi jadulnya atau film kedua (Teenage Mutant Ninja Turtles II: The Secret of the Ooze, 1991) yang diselipkan oleh sutradara David Green di dalam film. Tapi sayangnya, easter egg itu tidak membangkitkan kenangan nostalgia yang spesial. Cameo Judith Hoag (pemeran April O’Neil) juga di-cut, sayang sekali.

Overall, film ini masih bisa menghibur fans kura-kura ninja, terutama anak-anak. Aksi keempat ninja bersaudara yang berjibaku untuk menyelamatkan kota New York dari bencana kehancuran masih bisa membuai. Tapi untuk penonton yang berusia lebih dewasa, mungkin akan merasa ada sesuatu yang kurang menggigit pada jalan cerita film berdurasi 100 menit lebih ini.

Kesimpulannya : Cukup Menghibur Namun Terkesan Terburu-buru 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s